Warta Kampus

Bersama UMKM Desa Gunungsari, TIM KKN STEBI Sidogiri Bikin “Abon Lele Setan”

Sebagai langkah inovatif dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat, Tim KKN STEBI Syaikhona Kholil Sidogiri Pasuruan (selanjutnya disebut STEBI) berkolaborasi dengan UMKM Desa Gunungsari, Beji, Pasuruan memproduksi “Abon Lele Setan”. Prospek pengembangan ekonomi warga tersebut dihelat pada Sabtu, (15/02/2020), tadi siang.

Gagasan inovatif untuk memproduksi “Abon Lele Setan” itu berawal dari kegelisahan tim KKN STEBI saat mengetahui kondisi budidaya ikan lele warga Gusungsari terkesan mandek. Belum ada terobosan baru untuk menjadikan hasil budidaya lele sebagai pemantik ekonomi kreatif. Biasanya, mereka hanya menjual langsung ketiika sudah panen.

Bu Ulum, salah satu warga menurutkan, bahwa dulu pernah ada pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM tentang tata cara mengelola daging lele menjadi abon. “Tapi banyak yang tidak jalankan dan mutung di tengah jalan. Karena rasanya kurang diminati warga dan pemasarannya susah,” lanjut bu Ulum, kepada tim KNN.

Tanpa menunggu lama, ketua UMKM bersama mahasiswa segera berkomunikasi dengan Rukhul Abadi, salah satu Dosen Pendamping Lapangan KKN. Tujuannya adalah menyampaikan rancangan inovasi produk olahan daging lele menjadi abon setan, dengan aksentuasi level pedas layaknya mie setan yang memang viral. Melalui grup WA KKN STEBI 2020, beberapa masukan dari DPL dan dosen ahli olahan bahan pangan Universitas Brawijaya Malang, dputusakan agar Abon Lele Setan segera ditindaklanjuti malam itu juga.

“Silahkan dijalankan ide dan inovasi tersebut, Tapi tolong untuk dihitung HPP-nya serta dikemas yang sangat baik dan dibantu promosi jualan online. Kayak produk UMKM yang dijual supermarket itu,” ujar Rukhul,menjelaskan.

Proses pembuatan dan pengemasan ikan lele menjadi abon setan pun dilakukan oleh warga berkolaborasi dengan mahasiswa STEBI. Dalam waktu 2-3 hari dilakukan penentuan resep yang paling pas dan penentuan level pedasnya. Termasuk pembuatan design yang paling ciamik.

“Resep kami serahkan ke warga. Untuk penentuan level pedas dibantu oleh tim UMKM KKN. Sedangkan untuk kemasan design dan harga jual kami yang menentukan dengan bimbingan pak Rukhul,” jelas Rizki, selaku ketua tim UMKM.

Dengan adanya inovasi produk daging lele menjadi abon setan, maka diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis daging lele dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan warga.

“Besar harapan kami, semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat dan membantu menghidupkan kembali UMKM yang lain di desa ini yang sempat mati suri. Ke depan dapat dilakukan penelitian lebih dalam mengenai abon setan ini,” ujar Muhyidin, ketua Tim KKN STEBI 2020.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Anda punya KIP Kuliah? Gratis kuliah di STEBI!

Copyright @ STEBI Sidogiri 2020 | Customized by Lingua Karsa
Close
Close